Masalah sering kentut, ku alami sendiri. Apalagi kalau pas puasa, seperti hari ini. Entah, rasanya mau kentut aja, tapi kadang susah mau ngeluarin. Dari kata entah itulah, ku cari informasi (biasa : dari mbah Google). These are the reviews :

Proses kentut/ flatuensi terjadi karena adanya gerakan peristaltik (meremas) yang ada di dalam usus besar, yang bermula dari udara yang mengandung oksigen lalu masuk ke dalam tubuh, udara tersebut diabsorpsi oleh tubuh menjadi nitrogen sebelum sampai di usus. Di dalam usus terjadi reaksi kmia antara asam perut dan cairan usus sehingga menghasilkan gas karbondioksida. Nah, dalam gerakan tersebut, gerakan peristaltik akan mendorong semua yang ada di perut (terutama di usus besar) untuk menuju saluran yang lebih bawah (ke anus), termasuk udara.

Selanjutnya, hal yang berpengaruh terhadap kentut adalah makanan yang berprotein. Semakin banyak nutrisi protein yang dimakan, semakin sering seseorang akan kentut. Untuk kasus sering kentut sendiri, ada pengaruh lain yakni penyempitan rongga usus besar. Apalagi, kalau kurang makan / puasa. Dan ketika ruang menyempit maka gerakan peristaltiknya juga akan semakin pelan, maka proses mendorong gas dari usus besar akan semakin sering. Karena sering inilah, teradi penumpukan gas yang menyebabkan seseorang menjadi sering kentut.

Tapi, ada juga lho alasan lain. Seringnya kentut sesorang karena terlalu banyak makan, apalagi buat orang-orang yang tinggal di daerah dingin. Karena aktivitas makan menjadi aktivitas aktif. Otomatis, proses pengolahan makanan di dalam usus besar juga menjadi lebih banyak. Pengolahan makanan yang lebih banyak ini menyebabkan gas-gas sisa yang dikeluarkan menjadi lebih banyak pula.

sumber : http://bzet.blogspot.com/2009/10/sering-kentut_10.html